Oleh:
Ahmad Hamdani




Di masa lampau, ketika penduduk bumi masih sedikit, mungkin sangat jarang atau bahkan tidak ada pemberitaan tentang kerusakan alam dan ancaman terhadap keseimbangan lingkungan. Akan tetapi, dewasa ini pemberitaan tersebut sepertinya sudah menjadi hal yang biasa. Hampir setiap tahun bumi pertiwi kita dilanda bencana. Revolusi industri yang belum begitu lama hadir, ternyata memberikan  dampak  buruk  juga  terhadap  lingkungan.  Manik  (2009), menyebutkan bahwa rovolusi industri di negara-negara barat pada abad ke-19 telah mengakibatkan polusi atau pencemaran tanah, air dan udara. Perkembangan dan kemajuan negara-negara industri sekaligus juga menimbulkan masalah lingkungan di negara-negara sedang berkembang karena bahan baku untuk keperluan industri tersebut sebagian didatangkan dari negara-negara sedang berkembang.

Berita memprihatinkan lainnya, banjir kerap menimpa beberapa daerah di Indonesia ketika musim hujan dan ancaman kekeringan jika musim kemarau singgah. Banyak hutan Indonesia yang dibuka dan rawa atau lahan gambut dikeringkan  dengan  alasan  ekonomi,  akibatnya  pohon  semakin  sedikit  yang artinya  menurun  pula produksi  oksigen  dan  gas  karbondioksida  yang  mampu dihisap oleh pohon. Tanah pun tidak mampu menampung air banyak seiring dengan keberadaan pohon sebagai penopangnya yang semakin sedikit, dampaknya ketersediaan  air  dan  udara yang  bersih  menjadi  berkurang.  Kiranya  kondisi- kondisi diatas sudah menjadi tanda bahwa keseimbangan alam telah terganggu.


Oleh:
Ahmad Hamdani

Secara geografis, Indonesia adalah negara kepulauan  yang terdiri lebih dari 17.504 pulau besar dan kecil (Bedjo Sujanto, 2007: 32), membentang dari Sabang sampai Merauke. Jumlah penduduk 237,6 juta jiwa (Sensus Penduduk Indonesia 2010) berhasil menempatkan Indonesia sebagai negara dengan populasi penduduk terbesar keempat di dunia. Hal tersebut menjadikan masyarakat Indonesia memiliki keunikan dan karakteristik yang berbeda-beda, mulai dari budaya, bahasa, suku bangsa, ras, dan agama. Keragaman ini telah membentuk Indonesia menjadi negara dengan struktur sosial yang multikultural. Hal ini sesungguhnya telah disadari oleh para pendiri bangsa sebagai sebuah keniscayaan yang tidak dapat dipisahkan. Karenanya, untuk tetap menjaga kerukunan nasional, mereka menjadikan Bhinneka Tunggal Ika sebagai sebuah semboyan persatuan. Perbedaan tidak lagi dipahami sebagai alasan bagi adanya permusuhan, namun dijadikan modal untuk membngun bangsa dengan semangat persatuan.





“Surga di bawah telapak kaki ibu”, sebuah kalimat yang tak asing lagi di telinga kita. Kalimat pendek ini sepertinya sudah cukup menggambarkan betapa mulianya seorang ibu. Hal ini tentunya bukan tanpa alasan, ibu lah yang mengandung kita selama sembilan bulan, mempertaruhkan nyawa ketika melahirkan kita, dan memberikan pelayanan terbaiknya untuk membesarkan kita. Ialah ibu, sosok yang mungkin rela memberikan apa saja untuk anaknya. Seperti sanjungan kebanyakan anak untuk ibunya, engkau ibuku, adalah sumber inspirasi terbesar dalam hidupku. Terimakasih bu…
Sama sperti ibu, ayah adalah sosok yang juga pasti rela memberikan apa saja untuk anaknya. Ayah, adalah sosok luar biasa dalam hidupku. Kepala keluarga yang bijak nan menginspirasi, sosok yang sampai saat ini selalu mengingatkanku akan semua mimpi-mimpiku. Terimakasih yah...

Kegiatan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) mulai dilaksanakan pada bulan Mei 2014 yang dimulai dengan pembuatan brosur LKTI dan penyusunan rubrik penilaian. Brosur disebarluaskan di lingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan semua Perguruan Tinggi Agama Islam melalui Pusat Studi Gender/Anak di masing-masing universitas. Selain itu brosur juga disebarluaskan kepada universitas-universitas lain terutama di Jakarta.

Tema yang diangkat pada LKTI ini adalah tema terkait isu gender dan anak mengingat PSGA memiliki amanah untuk mengusung kedua isu ini. Jumlah total peserta lomba ini sebanyak 48 orang (28 mahasiswa dan 18 dosen). Untuk kategori mahasiswa, semua peserta berasal dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan juga selain UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, sedangkan untuk dosen lebih beragam. Mereka datang dari berbagai pergururuan tinggi agama Islam di luar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mulai dari IAIN Sumatera Utara, STAIN Bukittinggi dan beberapa universitas lain di pulau Jawa. Keikutsertaan peserta dari berbagai daerah ini menunjukkan adanya respon positif dari kalangan akademisi baik di lingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta maupun di luar, baik di kalangan dosen maupun mahasiswa.

JAKARTA- Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro dalam penutupan kegaiatn Parade Cinta Tanah Air (PCTA) 2014, Kamis 25 September, di Kantor Kementrian Pertahanan menegaskan agar program PCTA tetap dilanjutkan kedepannya karena program ini mensosialisasikan cinta tanah air kepada mahasiswa dan pelajar dengan dukungan dari Kemenhan. Kodam, Kodim dan pemerintah daerah setempat.” Ini sangat baik sekali karena generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa yang tentunya selain harus mendalami masalah ilmu pengetahuan dan teknologi, tentunya harus memiliki rasa nasionalisme dan itulah tujuan dari dilaksanakannya program PCTA,”ungkapnya.


Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro dalam sambutannya mengungkapkan bahwa PCTA yang mengambil tema ” Cinta Tanah Air Untuk Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) “, sesuai dengan temanya sebagai Menteri Pertahanan ada beberapa pesan dan harapan kepada para generasi muda.Tiga pesan dan harapan tersebut yakni pertama agar sebagai generasi muda teruslah bangun budaya unggul, the cultural of excellence. Rajin mengembangkan diri, adaptif, inovatif dan kreatif, pantang menyerah, singkatnya do the best. Belajar jangan hanya sekedar melaksanakan tugas, namun raihlah prestasi setinggi-tingginya, bercita-citalah, kembangkan idealisme untuk menjadi putra-putri bangsa terbaik, jangan mudah menyerah dan permisif menghadapi tantangan, ujian dan cobaan. Pesan kedua terus kobarkan rasa cinta tanah air, cinta bangsa dan negara serta harus terpatri dalam sanubari.  Ketiga, jadilah bagian untuk membangun peradaban yang mulia (Devine Civilization). Peradaban bangsa Indonesia harus semakin mulia yang tercermin melalui karakter, mentalitas, akhlak, budi pekerta bangsa. Peradaban yang mulia adalah peradaban yang anti kekerasan, cinta perdamaian, menyelesaikan masalah dengan mufakat. Olehnya itu, Purnomo mengajak generasi muda untuk membangun dalam hati dan pikiran untuk berkarakter baik, nilai yang baik, prilaku baik dan budi pekerti baik sehingga dapat mencerminkan peradaban mulia bangsa.

Pendahuluan
Sejarah umat Islam telah mengalami perjalanan yang sangat panjang dan berliku, sejarah umat Islam dapat dibagi kedalam tiga periode besar, yaitu: periode klasik(650 – 1250 M), periode pertengahan (1250 – 1800 M) dan periode modern (1800 dan seterusnya).[1] Ekonomi memiliki peranan yang signifikan dalam menopang peradaban Islam itu sendiri,  sehingga ketika Dinasti Abbasiyah tidak dapat mempertahankan kekuasaan yang berujung pada keruntuhan dinasti, peradaban Islam menjadi redup bak ditelan zaman termasuk umat Islam mengalami banyak sekali kerugian seperti aset berharga di bidang ilmu pengetahuan. Kemunculan kerajaan-kerajaan Islam pasca keruntuhan Dinasti Abbasiyah pada abad pertengahan memberikan  udara segar  untuk dunia Islam, karena kerajaan-kerajaan tersebut mampu mewakili kemajuan Islam pada masa itu. Banyak aspek yang telah berhasil didongkrak yang kemudian membawa kembali nama Islam melambung tinggi sebagaimana pada masa rasulullah maupun Dinasti Abbasiyah, salah satunya adalah pada bidang ekonomi. Sebagaimana yang dilakukan kerajaan Mughal di India pada masa itu yang mampu menguasai perekonomian dunia dengan jaringan pemasaran mencapai Eropa.

Perkembangan Islam pada abad pertengahan pun tidak seperti pada masa sebelumnya yang terpusat pada satu titik, seperti Dinasti Abbasiyah yang berpusat di Baghdad (Irak). Pemberlakuan sistem pemerintahan terpusat atau sentralisasi ini memiliki kekurang seperti seluruh wewenang terpusat pada pemerintah pusat, sehingga setiap pimpinan daerah perlu menunggu instruksi dari pusat untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan yang hendak diterapkan diwilayahnya. Kelemahan sistem sentralisasi ini adalah kebijakan dan keputusan pemerintah daerah dihasilkan oleh orang-orang yang berada di pemerintah pusat sehingga waktu untuk memutuskan suatu hal menjadi lebih lama. Apalagi pada zaman modern seperti sekarang, dimana banyak negara  sudah tidak memakai sistem sentralisai tentunya dapat dimanfaatkan umat Islam untuk mengangat kembali peradaban Islam pada puncak keemasannya.

Di era Modern, banyak sekali tantangan dari peradaban barat , termasuk akan diberlaukukannya world market. Sehingga umat Islam dituntut untuk lebih responsif dan inovatif agar dapat bertahan. Munculnya perbankan syariah sebagai salaha satu produk ekonomi islam dinilai sangat responsive. Walaupun pada zaman Rasulullah Saw. belum terdapat institusi bank, namun ajaran Islam sudah memberikan prinsip-prinsip dan filosofi dasar yang harus dijadikan pedoman dalam aktivitas perdagangan dan perekonomian termasuk didalamnya. Meninjau kembali sejarah kemajuan Islam di bidang ekonomi menjadi sangat penting untuk pencerminan kita guna mendongkrak kemajuan peradaban Islam.  Dengan pola peninjaun kembali diharapkan bisa meberikan gambaran serta dapat memberikan motivasi untuk menjadikan Islam kembali jaya khususnya pada aspek ekonomi. Tentunya kita tidak ingin kemajuan dan prestasi yang dahulu pernah diraih oleh para pejuang Islam dengan sangat susah payah, hanya dimuat dalam selembaran kertas yang setiap tahunnya dijejalkan pada pelajaran di sekolah sebagai tuntutan isi kurikulum semata. Oleh karena itu, dalam tulisan ini penulis akan mencoba untuk mengungkapkan kembali Sejarah Kemajuan Islam di Bidang Ekonomi Periode Abad Pertengahan Hingga Sekarang.


Ciputat, 13 Oktober 2013

Tak terasa ‘idul adha akan segera tiba. Kebetulan niih, ‘idul adha tahun ini hari selasa, jadi bagi pegawai, karyawan, mahasiswa atau siswa bisa mendapatkan bonus libur dihari seninnya, dan ini berarti liburnya bisa 4 hari (sabtu, minggu, senin, selasa). Yang menarik pada setiap hari raya dengan libur 4-7 hari adalah lagi-lagi mudik. Mengapa mudik? Mudik merupakan jembatan penghubung ‘mudiker’ untuk  berjumpa dan silaturrahim dengan keluarga, teman dan tetangga. Oleh karenanya, manfaatkan waktu itu dengan sebaik mungkin (termasuk mengisinya dengan silaturrahim). Tapi bagaimana yang engga bias mudik? Tenang gan! menurut kula, silaturrahim tidak mutlak dengan ritual bertatap muka dan bercanda gurau secara langsung. Walaupun raga jauh, kita masih bisa ber-silaturrahim loooh. Missalnya dengan sms, telpon, atau dengan social media yang memang sedang digandrungi saat ini, karena jika ditinjau dari segi lughoh, silaturrahmi berarti menyambung kasih saying. kemudian, jika ada pertanyaan, kenapa harus silaturrahim? Hhmmm… jawabannya gini gan, Salah satu sifat manusia adalah zoon politican yaitu makhluk sosial yang membutuhkan  orang lain dalam hidupnya. Karena makhluk sosial, tentu kita dituntut untuk mampu berinteraksi atau bermasyarakat. Sehingga bagi lu, lu pada gan, yang mungkin dalam berapa waktu ini susah atau jarang berinteraksi (dengan orang yang pernah ada atau pernah lu temui sebelumnya) karena harus kerja, kuliah, atau memang harus tinggal di luar kota, silaturrahim adalah the big key-nya, kalian bisa memulainya dari silaturrahim. Satu lagi ni gan, lu bisa termasuk orang yang berakhlak mulia dan mendapatkan keutamaan silaturrahim, sebagaimana Rasulullah bersabda :

 صلى الله عليه وسلم قَالَ رَسُولُ اللَّهِ

وَتُعْطِى مَنْ حَرَمَكَ وَتَصِلُ مَنْ قَطَعَكَ : أَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى أَكْرَمِ أَخْلاَقِ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ؟ تَعْفُو عَمَّنْ ظَلَمَكَ

Artinya: Nabi saw bersabda: Maukah kalian aku tunjukkan akhlak yang paling mulia di dunia dan diakhirat? Memberi maaf orang yang mendzalimimu, memberi orang yang menghalangimu dan menyambung silaturrahim orang yang memutuskanmu” (HR. Baihaqi)
(hadis diakses dari:
http://islamsejati3.blogspot.com/2011/10/hadits-pentingnya-silaturahmi-dan.html
Pada minggu, 13 Oktober 2013.pukul 08.00 WIB)
Jadi, tunggu apa lagi untuk bersilaturrahim???

#Salam Kangen untuk Orang tua dan keluarga di kampung yang senantiasa menengadahkan tangan untuk kebaikan, kesehatan,dan  kesuksekan anaknya. Guru-guruku yang selalu memberikan arahan dan masukan yang sangat berarti, serta sahabat-sahabatku yang luar biasa.


Diberdayakan oleh Blogger.