Ahmad
Hamdani
Di masa lampau, ketika penduduk
bumi masih sedikit, mungkin sangat
jarang atau bahkan tidak ada pemberitaan tentang kerusakan alam dan ancaman
terhadap keseimbangan lingkungan. Akan tetapi, dewasa ini pemberitaan tersebut
sepertinya sudah menjadi hal yang
biasa. Hampir setiap tahun bumi pertiwi kita dilanda bencana. Revolusi industri yang
belum begitu lama hadir, ternyata
memberikan dampak
buruk juga terhadap
lingkungan. Manik (2009),
menyebutkan bahwa rovolusi industri
di negara-negara barat pada abad ke-19
telah mengakibatkan polusi atau
pencemaran
tanah, air dan udara.
Perkembangan
dan
kemajuan negara-negara industri sekaligus juga
menimbulkan masalah lingkungan di negara-negara sedang berkembang
karena bahan baku untuk keperluan industri
tersebut sebagian didatangkan dari negara-negara sedang
berkembang.
Berita memprihatinkan lainnya, banjir
kerap menimpa beberapa daerah di Indonesia
ketika musim hujan dan ancaman kekeringan jika musim kemarau singgah. Banyak hutan Indonesia yang
dibuka dan rawa atau lahan gambut
dikeringkan
dengan alasan ekonomi,
akibatnya pohon
semakin sedikit
yang artinya
menurun pula
produksi oksigen
dan gas karbondioksida
yang mampu dihisap oleh pohon. Tanah pun
tidak mampu menampung air banyak seiring dengan keberadaan pohon
sebagai
penopangnya yang semakin
sedikit, dampaknya
ketersediaan
air dan
udara
yang bersih menjadi
berkurang.
Kiranya kondisi-
kondisi diatas sudah menjadi
tanda bahwa keseimbangan alam
telah terganggu.






