Kegiatan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) mulai dilaksanakan pada bulan Mei 2014 yang dimulai dengan pembuatan brosur LKTI dan penyusunan rubrik penilaian. Brosur disebarluaskan di lingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan semua Perguruan Tinggi Agama Islam melalui Pusat Studi Gender/Anak di masing-masing universitas. Selain itu brosur juga disebarluaskan kepada universitas-universitas lain terutama di Jakarta.

Tema yang diangkat pada LKTI ini adalah tema terkait isu gender dan anak mengingat PSGA memiliki amanah untuk mengusung kedua isu ini. Jumlah total peserta lomba ini sebanyak 48 orang (28 mahasiswa dan 18 dosen). Untuk kategori mahasiswa, semua peserta berasal dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan juga selain UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, sedangkan untuk dosen lebih beragam. Mereka datang dari berbagai pergururuan tinggi agama Islam di luar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mulai dari IAIN Sumatera Utara, STAIN Bukittinggi dan beberapa universitas lain di pulau Jawa. Keikutsertaan peserta dari berbagai daerah ini menunjukkan adanya respon positif dari kalangan akademisi baik di lingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta maupun di luar, baik di kalangan dosen maupun mahasiswa.

JAKARTA- Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro dalam penutupan kegaiatn Parade Cinta Tanah Air (PCTA) 2014, Kamis 25 September, di Kantor Kementrian Pertahanan menegaskan agar program PCTA tetap dilanjutkan kedepannya karena program ini mensosialisasikan cinta tanah air kepada mahasiswa dan pelajar dengan dukungan dari Kemenhan. Kodam, Kodim dan pemerintah daerah setempat.” Ini sangat baik sekali karena generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa yang tentunya selain harus mendalami masalah ilmu pengetahuan dan teknologi, tentunya harus memiliki rasa nasionalisme dan itulah tujuan dari dilaksanakannya program PCTA,”ungkapnya.


Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro dalam sambutannya mengungkapkan bahwa PCTA yang mengambil tema ” Cinta Tanah Air Untuk Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) “, sesuai dengan temanya sebagai Menteri Pertahanan ada beberapa pesan dan harapan kepada para generasi muda.Tiga pesan dan harapan tersebut yakni pertama agar sebagai generasi muda teruslah bangun budaya unggul, the cultural of excellence. Rajin mengembangkan diri, adaptif, inovatif dan kreatif, pantang menyerah, singkatnya do the best. Belajar jangan hanya sekedar melaksanakan tugas, namun raihlah prestasi setinggi-tingginya, bercita-citalah, kembangkan idealisme untuk menjadi putra-putri bangsa terbaik, jangan mudah menyerah dan permisif menghadapi tantangan, ujian dan cobaan. Pesan kedua terus kobarkan rasa cinta tanah air, cinta bangsa dan negara serta harus terpatri dalam sanubari.  Ketiga, jadilah bagian untuk membangun peradaban yang mulia (Devine Civilization). Peradaban bangsa Indonesia harus semakin mulia yang tercermin melalui karakter, mentalitas, akhlak, budi pekerta bangsa. Peradaban yang mulia adalah peradaban yang anti kekerasan, cinta perdamaian, menyelesaikan masalah dengan mufakat. Olehnya itu, Purnomo mengajak generasi muda untuk membangun dalam hati dan pikiran untuk berkarakter baik, nilai yang baik, prilaku baik dan budi pekerti baik sehingga dapat mencerminkan peradaban mulia bangsa.

Pendahuluan
Sejarah umat Islam telah mengalami perjalanan yang sangat panjang dan berliku, sejarah umat Islam dapat dibagi kedalam tiga periode besar, yaitu: periode klasik(650 – 1250 M), periode pertengahan (1250 – 1800 M) dan periode modern (1800 dan seterusnya).[1] Ekonomi memiliki peranan yang signifikan dalam menopang peradaban Islam itu sendiri,  sehingga ketika Dinasti Abbasiyah tidak dapat mempertahankan kekuasaan yang berujung pada keruntuhan dinasti, peradaban Islam menjadi redup bak ditelan zaman termasuk umat Islam mengalami banyak sekali kerugian seperti aset berharga di bidang ilmu pengetahuan. Kemunculan kerajaan-kerajaan Islam pasca keruntuhan Dinasti Abbasiyah pada abad pertengahan memberikan  udara segar  untuk dunia Islam, karena kerajaan-kerajaan tersebut mampu mewakili kemajuan Islam pada masa itu. Banyak aspek yang telah berhasil didongkrak yang kemudian membawa kembali nama Islam melambung tinggi sebagaimana pada masa rasulullah maupun Dinasti Abbasiyah, salah satunya adalah pada bidang ekonomi. Sebagaimana yang dilakukan kerajaan Mughal di India pada masa itu yang mampu menguasai perekonomian dunia dengan jaringan pemasaran mencapai Eropa.

Perkembangan Islam pada abad pertengahan pun tidak seperti pada masa sebelumnya yang terpusat pada satu titik, seperti Dinasti Abbasiyah yang berpusat di Baghdad (Irak). Pemberlakuan sistem pemerintahan terpusat atau sentralisasi ini memiliki kekurang seperti seluruh wewenang terpusat pada pemerintah pusat, sehingga setiap pimpinan daerah perlu menunggu instruksi dari pusat untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan yang hendak diterapkan diwilayahnya. Kelemahan sistem sentralisasi ini adalah kebijakan dan keputusan pemerintah daerah dihasilkan oleh orang-orang yang berada di pemerintah pusat sehingga waktu untuk memutuskan suatu hal menjadi lebih lama. Apalagi pada zaman modern seperti sekarang, dimana banyak negara  sudah tidak memakai sistem sentralisai tentunya dapat dimanfaatkan umat Islam untuk mengangat kembali peradaban Islam pada puncak keemasannya.

Di era Modern, banyak sekali tantangan dari peradaban barat , termasuk akan diberlaukukannya world market. Sehingga umat Islam dituntut untuk lebih responsif dan inovatif agar dapat bertahan. Munculnya perbankan syariah sebagai salaha satu produk ekonomi islam dinilai sangat responsive. Walaupun pada zaman Rasulullah Saw. belum terdapat institusi bank, namun ajaran Islam sudah memberikan prinsip-prinsip dan filosofi dasar yang harus dijadikan pedoman dalam aktivitas perdagangan dan perekonomian termasuk didalamnya. Meninjau kembali sejarah kemajuan Islam di bidang ekonomi menjadi sangat penting untuk pencerminan kita guna mendongkrak kemajuan peradaban Islam.  Dengan pola peninjaun kembali diharapkan bisa meberikan gambaran serta dapat memberikan motivasi untuk menjadikan Islam kembali jaya khususnya pada aspek ekonomi. Tentunya kita tidak ingin kemajuan dan prestasi yang dahulu pernah diraih oleh para pejuang Islam dengan sangat susah payah, hanya dimuat dalam selembaran kertas yang setiap tahunnya dijejalkan pada pelajaran di sekolah sebagai tuntutan isi kurikulum semata. Oleh karena itu, dalam tulisan ini penulis akan mencoba untuk mengungkapkan kembali Sejarah Kemajuan Islam di Bidang Ekonomi Periode Abad Pertengahan Hingga Sekarang.


Ciputat, 13 Oktober 2013

Tak terasa ‘idul adha akan segera tiba. Kebetulan niih, ‘idul adha tahun ini hari selasa, jadi bagi pegawai, karyawan, mahasiswa atau siswa bisa mendapatkan bonus libur dihari seninnya, dan ini berarti liburnya bisa 4 hari (sabtu, minggu, senin, selasa). Yang menarik pada setiap hari raya dengan libur 4-7 hari adalah lagi-lagi mudik. Mengapa mudik? Mudik merupakan jembatan penghubung ‘mudiker’ untuk  berjumpa dan silaturrahim dengan keluarga, teman dan tetangga. Oleh karenanya, manfaatkan waktu itu dengan sebaik mungkin (termasuk mengisinya dengan silaturrahim). Tapi bagaimana yang engga bias mudik? Tenang gan! menurut kula, silaturrahim tidak mutlak dengan ritual bertatap muka dan bercanda gurau secara langsung. Walaupun raga jauh, kita masih bisa ber-silaturrahim loooh. Missalnya dengan sms, telpon, atau dengan social media yang memang sedang digandrungi saat ini, karena jika ditinjau dari segi lughoh, silaturrahmi berarti menyambung kasih saying. kemudian, jika ada pertanyaan, kenapa harus silaturrahim? Hhmmm… jawabannya gini gan, Salah satu sifat manusia adalah zoon politican yaitu makhluk sosial yang membutuhkan  orang lain dalam hidupnya. Karena makhluk sosial, tentu kita dituntut untuk mampu berinteraksi atau bermasyarakat. Sehingga bagi lu, lu pada gan, yang mungkin dalam berapa waktu ini susah atau jarang berinteraksi (dengan orang yang pernah ada atau pernah lu temui sebelumnya) karena harus kerja, kuliah, atau memang harus tinggal di luar kota, silaturrahim adalah the big key-nya, kalian bisa memulainya dari silaturrahim. Satu lagi ni gan, lu bisa termasuk orang yang berakhlak mulia dan mendapatkan keutamaan silaturrahim, sebagaimana Rasulullah bersabda :

 صلى الله عليه وسلم قَالَ رَسُولُ اللَّهِ

وَتُعْطِى مَنْ حَرَمَكَ وَتَصِلُ مَنْ قَطَعَكَ : أَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى أَكْرَمِ أَخْلاَقِ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ؟ تَعْفُو عَمَّنْ ظَلَمَكَ

Artinya: Nabi saw bersabda: Maukah kalian aku tunjukkan akhlak yang paling mulia di dunia dan diakhirat? Memberi maaf orang yang mendzalimimu, memberi orang yang menghalangimu dan menyambung silaturrahim orang yang memutuskanmu” (HR. Baihaqi)
(hadis diakses dari:
http://islamsejati3.blogspot.com/2011/10/hadits-pentingnya-silaturahmi-dan.html
Pada minggu, 13 Oktober 2013.pukul 08.00 WIB)
Jadi, tunggu apa lagi untuk bersilaturrahim???

#Salam Kangen untuk Orang tua dan keluarga di kampung yang senantiasa menengadahkan tangan untuk kebaikan, kesehatan,dan  kesuksekan anaknya. Guru-guruku yang selalu memberikan arahan dan masukan yang sangat berarti, serta sahabat-sahabatku yang luar biasa.



    Menjadi negara dengan berpenduduk muslim terbesar didunia, tidak menjamin Indonesia menjadi negara yang tanpa masalah. Akan tetapi ini harus dijadikan sebuah tantangan untuk seluruh masyarakat Indonesia agar turut bersama membangun negeri yang nyaman dan layak.
    Tak bisa kita mengelak, bahwa negeri kita ini, masih banyak tertinggal oleh bangsa-bangsa lain, baik dari segi pendidikan,perekonomian ataupun dalam bidang ilmu pengetah
uan. jika dibandingkan dengan Israel yang notabene mayoritas Yahudi, dalam satu juta penduduk memiliki 1600 pakar pengetahuan. Amerika

 Sejarah Kabupaten Serang tidak dipisahkan dari sejarah Banten pada umumnya, karena Kabupaten Serang merupakan bagian dari wilayah Kesultanan Banten yang berdiri pada abad ke-16 dengan pusat pemerintahannya terletak di Serang (sekarang menjadi bagian wilayah Kota Serang).

Sebelum abad ke-16, berita-berita tentang Banten tidak banyak tercatat dalam sejarah, konon pada mulanya Banten masih merupakan bagian dari kekuasaan Kerajaan Sunda.



Islam mengatur tindak tanduk manusia, dari mulai yang terkecil seperti, meludah & membung hajat. Hingga hal yang besar seperti Aurat,muamalat dan lain sebagainya.
Kali ini saya akan mencoba mengangkat hal yang sring diabaikan dan dianggap biasa,tapi berdampak besar.
  Hal ini dilatarbelakangi, semakin banyaknya Kaum hawa, terutama Remaja yang sudah terbawa arus Globalisasi yang Ironisnya tak menganggap penting kembali berhijab
Diberdayakan oleh Blogger.